Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian Merchandise Inventory (Persediaan Barang)

Pengertian Merchandise Inventory

Pengertian Merchandise Inventory 

Dalam sebuah perusahaan produksi, pengenalan sebutan merchandise inventory tentu sudah tidak asing lagi. Karena persediaan barang termasuk komponen penting yang harus diperhatikan dalam sebuah perusahaan terlebih lagi ketika dilakukan pengecekan dalam jangka waktu tertentu.

Pengertian merchandise inventory ialah barang-barang kepunyaan perusahaan yang dijual kembali kepada konsumen tanpa mengurangi nilainya sehingga dapat meraup profit sesuai tujuan awal.

Ketersediaan barang tersebut didapat dari hasil produksi secara mandiri atau memasoknya melalui agen lain dan kemudian dijual kembali memakai harga yang berbeda.

Seperti yang sudah disinggung tadi, merchandise inventory diperlukan pengecekan data setiap beberapa waktu sekali misalnya seminggu sekali, sebulan sekali, setahun sekali, dan lain sebagainya. Lewat pendataan tersebut Anda mengetahui apakah jumlah merchandise inventory masih sama seperti awal. 

Mengapa perlu dilakukan pengecekan? Karena hal tersebut dapat meminimalisir tindak curang yang mungkin dilakukan oleh para pegawai di suatu perusahaan. Apabila tidak dilakukan pengecekan, bisa jadi Anda tidak tahu satu dua barang telah diselundupkan dan tidak dipakai sebagaimana fungsi mestinya.

Oleh karena itu, mengecek ketersediaan barang adalah langkah wajib yang perlu dilalui. Cara mengetahui jumlah merchandise inventory biasanya melihat kondisi fisik stok barang di lapangan dan melihat kartu merchandise inventory yang ada.

Terdapat dua klasifikasi berbeda terkait pengertian merchandise inventory tergantung perusahaannya. Nilai dari ketersediaan barang tersebut akan mempengaruhi wajib pajak yang perlu dibayarkan oleh perusahaan. 

Maksud dari ketersediaan barang pada perusahaan dagang berarti barang telah siap dijual kepada konsumen tanpa diproses kembali. Sedangkan pada perusahaan manufaktur, ketersediaan barang setengah jadi sebelumnya harus diproses kembali sampai menjadi barang yang memiliki nilai atau barang jadi.

Baru kemudian dijual langsung kepada konsumen. Setelah perusahaan mendapatkan profit yang diinginkan selanjutnya ialah perlu membayar wajib pajak sesuai persentase yang telah ditetapkan sebelumnya.

Metode yang dipakai untuk menghitung nilai persediaan barang berarti dapat melalui metode Last In First Out (LIFO), metode First In First Out (FIFO), dan metode Average (rata-rata). Ketiga metode tersebut dapat Anda jadikan acuan untuk menilai barang sesuai dengan pengertian merchandise inventory. 

Post a Comment for "Pengertian Merchandise Inventory (Persediaan Barang)"