Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pengertian JKP (Jasa Kena Pajak) dan Jenis-Jenisnya

Pengertian Jasa Kena Pajak

Pengertian JKP (Jasa Kena Pajak)

Pengertian JKP (Jasa Kena Pajak) dapat didefinisikan sebagai pengenaan pajak untuk setiap kegiatan berupa pelayanan yang didasarkan pada suatu perikatan atau perbuatan hukum, sehingga dapat mengakibatkan suatu fasilitas atau barang terpakai. 

Dalam hal ini jasa dapat dilakukan untuk menghasilkan barang atau murni jasa berupa pelayanan. Secara ringkasnya, JKP dapat diartikan setiap perbuatan jasa yang dikenakan pajak sesuai ketentuan dalam UU. 

Ada banyak jenis kegiatan jasa yang ternyata dikenakan pajak, meskipun ada juga pengecualian bidang tertentu yang tidak dikenakan pajak seperti jasa kesehatan dan medis, jasa pelayanan sosial, jasa asuransi, jasa pengiriman surat dan perangko, jasa pendidikan, jasa keagamaan, jasa penyiaran non-iklan, serta jasa transportasi darat dan air. 

Regulasi tentang JKP sudah diatur dalam UU tentang PPN dan PPnBM. Adapun penyerahan tentang jasa yang dikenakan PPN harus memenuhi beberapa persyaratan. Pertama, pajak harus diserahkan langsung di daerah pabean. 

Kedua, jasa diserahkan dalam kegiatan usaha atau lingkup pekerjaan JKP. Dalam sistem PPN, ada yang dinamakan prinsip destinasi dan prinsip tempat asal. Keduanya diberlakukan ketika hendak melakukan pembayaran PPN dalam lingkup pengertian JKP. 

Prinsip destinasi berarti bahwa PPN berlaku untuk barang atau jasa yang digunakan atau dikonsumsi dalam negeri. Sementara itu, prinsip tempat asal justru berkebalikan, yakni memberlakukan PPN untuk jasa atau barang yang asalnya dari dalam negeri.

Pada prinsipnya, semua kegiatan yang memberikan layanan jasa selain pengecualian di atas dikenakan pajak. Dalam konteks pengertian JKP, jenis-jenis jasa yang dikenakan pajak misalnya layanan perumahan (sewa apartemen, sewa hotel), usaha rumah tangga, layanan rekreasi dan hobi, layanan untuk perawatan pribadi (seperti usaha kecantikan), jasa bisnis, konsultasi, jasa hukum, layanan transportasi barang, dan masih banyak lagi. 

JKP yang dikenakan PPN merupakan pajak tak langsung, sehingga bersifat tidak kumulatif, dan cenderung objektif. Faktor-faktor yang menjadi landasan pengenaan PPN meliputi harga jual barang atau jasa, penggantian biaya, nilai ekspor, nilai impor, serta nilai lain-lain sesuai ketetapan dari Menteri Keuangan. Tarif PPN yang dikenakan untuk penyerahan dalam negeri sebesar 10%, sedangkan untuk ekspor BKP dan JKP dikenakan tarif khusus 0%.

Post a Comment for "Pengertian JKP (Jasa Kena Pajak) dan Jenis-Jenisnya"